Youbenews.com, Medan – Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumatera Utara, Prabowo, mengecam keras tindakan intervensi yang dilakukan salah satu dosen di Universitas Al-Azhar Medan terhadap dinamika organisasi mahasiswa di kampus. Menurutnya, tindakan tidak etis tersebut bukan hanya mencederai semangat demokrasi kampus, tetapi juga berpotensi merusak persatuan mahasiswa dan menodai integritas dunia akademik. Dalam pernyataannya kepada awak media, Senin (21/7/2025).
Prabowo menegaskan bahwa kampus adalah rumah besar intelektual yang semestinya menjaga suasana pembinaan mahasiswa dalam koridor demokratis, etis, dan sehat. Ia menyebut intervensi oknum dosen yang memihak dan diduga melakukan intimidasi terhadap kelompok mahasiswa tertentu, telah memicu ketegangan hingga menimbulkan perpecahan internal di kalangan mahasiswa.
Baca : Bakar BAN! Mahasiswa Al-Azhar Medan Geruduk Kampus, Tuntut Dosen Minta Maaf dan Rektor Bertindak
“Kami mengecam keras segala bentuk intervensi dosen terhadap dinamika mahasiswa. Apalagi jika dilakukan dengan cara-cara yang memihak, membenturkan mahasiswa satu sama lain, hingga menimbulkan perpecahan di antara mereka. Tindakan ini jelas mencederai nilai-nilai pendidikan dan kebebasan akademik,” kata Prabowo lantang.
Lebih jauh, Prabowo menyoroti fakta bahwa dosen yang bersangkutan disebut-sebut masih berstatus sebagai anggota aktif kepolisian. Hal ini, menurutnya, patut dipertanyakan dan harus segera dievaluasi secara serius oleh pihak rektorat, karena berpotensi menimbulkan konflik kepentingan yang bertentangan dengan semangat pembinaan akademik yang independen.
Baca : PELINDO REGIONAL 1 DUKUNG PENDIDIKAN BERKELANJUTAN DI AJANG TEMU PENDIDIK NUSANTARA XII
“Bagaimana mungkin seorang aparat negara yang masih aktif justru mengajar di kampus sambil membawa cara-cara birokratis dan represif? Dunia kampus itu harus steril dari praktik-praktik kekuasaan yang intimidatif. Seorang dosen yang juga polisi aktif jelas berbahaya bagi kehidupan akademik yang demokratis,” kritiknya tajam.
Prabowo meminta pimpinan Universitas Al-Azhar Medan untuk tidak tutup mata terhadap kegaduhan yang terjadi di tengah mahasiswa. Ia mendesak pihak rektorat segera mengambil langkah tegas untuk menghentikan intervensi oknum dosen, melindungi hak-hak mahasiswa dalam berekspresi dan berorganisasi, serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap status dan peran dosen yang merangkap sebagai aparat kepolisian.
Baca : Warga Medan Timur Soroti Kinerja PD Pasar: Drainase Tersumbat, Janji Tak Ditepati
“Jika kampus ingin tetap menjadi tempat yang aman bagi kebebasan berpikir dan berekspresi, maka segala bentuk pembungkaman terhadap mahasiswa, baik halus maupun kasar, harus dilawan. Jangan sampai kampus hanya jadi alat kekuasaan dan kehilangan marwahnya sebagai lembaga pendidikan,” tegasnya.
Prabowo juga mengingatkan mahasiswa agar tetap solid dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak manapun yang ingin memecah belah gerakan mereka. PMII, kata dia, berkomitmen mendampingi mahasiswa Universitas Al-Azhar Medan untuk memperjuangkan hak-hak mereka dan memastikan suara mahasiswa tetap didengar.
Baca :Mantan Bhayangkari Lapor Oknum Anggota Bhayangkari atas Dugaan Penggelapan Rp71 Juta: Mediasi Gagal, Polres Tapteng Siap Tindaklanjuti
“Kampus itu tempat melahirkan pemimpin, bukan mencetak generasi yang tunduk oleh tekanan. Mahasiswa jangan pernah takut. Kami di PMII akan selalu berdiri di barisan terdepan untuk melawan segala bentuk pembungkaman dan pelemahan gerakan mahasiswa,” tutup Prabowo.
Sampai berita ini diturunkan, pihak Universitas Al-Azhar Medan belum memberikan klarifikasi maupun pernyataan resmi terkait polemik yang tengah bergulir di internal kampus.
(Youbenews.com/red)















