MEDAN — Aliansi Mahasiswa Pemuda Anti Napotisme (AMPAN) Sumatera Utara secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap terkait dugaan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dalam proses promosi jabatan di salah satu bank milik negara (BUMN). AMPAN menduga adanya intervensi pihak luar berinisial S yang berperan sebagai “makelar jabatan” untuk meloloskan oknum pegawai tertentu.
Berdasarkan penelurusan yang dilakukan, AMPAN Sumut menemukan indikasi kuat adanya cacat prosedur dalam rencana pengangkatan seorang oknum manajer berinisial I saat ini menjabat sebagai Menejer Bisnis Kecil di Binjai untuk menduduki posisi Kepala KCP Bank BRI di wilayah Kabupaten Asahan.
Adapun sejumlah poin utama tuntutan, AMPAN menyampaikan empat tuntutan krusial:
1. Investigasi Menyeluruh: Meminta Kepala Kanwil BRI Medan dan Divisi Audit Internal untuk mengusut keterlibatan pihak eksternal (S) dan membatalkan promosi oknum (I) yang dinilai terindikasi gratifikasi, dan nepotisme.
2. Tolak Intervensi Luar: Mendesak manajemen perbankan untuk menjaga marwah institusi dengan menolak segala bentuk “titipan” atau tekanan dari pihak yang tidak memiliki kewenangan struktural.
3. Audit OJK: Meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turun tangan melakukan audit kepatuhan terhadap proses talent management di perbankan guna memastikan prinsip Good Corporate Governance (GCG) berjalan sesuai standar nasional.
4. Penerapan Merit System: Menuntut agar setiap promosi jabatan di lingkungan BUMN didasarkan murni pada kompetensi, rekam jejak, dan prestasi, bukan berdasarkan kedekatan terhadap pihak tertentu.
Ketua DPW AMPAN Sumut, C. D. Situmorang menegaskan bahwa aksi ini merupakan peringatan keras bagi instansi terkait. “Jika tidak ada langkah konkrit untuk membersihkan praktik jual beli jabatan ini, kami akan melakukan aksi berjilid-jilid hingga kasus ini sampai ke meja Kantor Bank BRI Pusat di Jakarta,” tegasnya pada Sabtu, (11/04).
Informasinya, perwakilan AMPAN Sumut akan melayangkan surat pemberitahuan aksi unjuk rasa pada Senin, (13/04) ke Polrestabes Medan sebagai bentuk pengawalan terhadap isu ini yang akan berlangsung beberapa hari kedepan di Kanwil BRI Medan dengan estimasi masa puluhan peserta aksi unjuk rasa.












