Desak Gubernur Sumut Copot Kasatpol PP Sumut, Buntut Dugaan Kekerasan terhadap Sekretaris BEM Nusantara saat Aksi di DPRD Sumut
Youbenews.com—Medan — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Wilayah Sumatera Utara secara tegas mendesak Gubernur Sumatera Utara untuk segera mencopot Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Provinsi Sumatera Utara.
Desakan ini muncul sebagai respons atas dugaan tindakan represif berupa pemukulan terhadap Sekretaris Daerah BEM Nusantara Sumut oleh oknum Satpol PP saat berlangsungnya aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut.
Baca juga : BEM Nusantara Sumut Desak Kejati Usut Tuntas Dugaan Korupsi di PT Inalum hingga Aktor Intelektual
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk keprihatinan dan tuntutan keadilan atas kasus penyiraman air keras yang menimpa Andri Yunus. Namun, alih-alih mendapatkan ruang demokrasi yang aman dan kondusif, massa aksi justru dihadapkan pada tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh aparat penegak Peraturan Daerah,Jumat(04/04/2026).
Sekretaris Daerah BEM Nusantara Sumut yang menjadi korban dilaporkan mengalami tindakan fisik berupa pemukulan saat situasi aksi berlangsung.
Baca juga : Akta menggelar aksi unjuk rasa jilid III , Minta APH Usut Bupati Dugaan Korupsi Proyek D.I Padang Lawas
Peristiwa ini dinilai sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip demokrasi, hak asasi manusia, serta kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum yang dijamin oleh konstitusi.
Koordinator Daerah BEM Nusantara Sumut dalam keterangannya menyatakan bahwa tindakan represif aparat tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
“Kami mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum Satpol PP, Ini adalah bentuk pembungkaman terhadap suara mahasiswa dan rakyat.
Baca juga : Forum Kolaborasi Sumut Berkah: “Yuk Berkolaborasi Dukung Program GUBSU Mudik Gratis Mudik Berkah!”
Gubernur Sumatera Utara harus segera mengambil langkah tegas dengan mencopot Kasatpol PP sebagai bentuk tanggung jawab moral dan administratif,” tegasnya.
BEM Nusantara Sumut juga menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain:
- Mendesak Gubernur Sumatera Utara untuk mencopot Kasatpol PP Sumut.
- Meminta dilakukan investigasi menyeluruh dan transparan terhadap dugaan kekerasan oleh oknum Satpol PP.
- Menuntut aparat yang terlibat diproses secara hukum sesuai peraturan yang berlaku.
- Menjamin keamanan dan kebebasan mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi di ruang publik.
Selain itu, BEM Nusantara menegaskan bahwa gerakan mahasiswa akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan hukum dan keadilan bagi korban.
Baca juga : Hadiri Pengukuhan DPRD Medan, Bobby Nasution ajak Kolaborasi yang Solid, Antara Legislatif dan Eksekutif, untuk Pembangunan di Sumut
BEM Nusantara juga melakukan Konsolidasi untuk melakukan aksi lanjutan apabila tuntutan tidak direspons secara serius oleh pemerintah daerah.
“Kami tidak akan mundur. Ini bukan hanya soal satu korban, tetapi soal perlindungan terhadap demokrasi dan hak rakyat,” ujar Munawar.
BEM Nusantara Sumut mengajak seluruh elemen masyarakat sipil, organisasi mahasiswa, serta lembaga terkait untuk bersama-sama mengawal kasus ini agar tidak terjadi kembali praktik kekerasan terhadap warga negara yang menyampaikan aspirasi secara damai.
(RIZKY/YOUBENEWS.COM)





