MEDAN – Musyawarah Daerah (Musda) Ikatan Sarjana Al Washliyah (ISARAH) Kota Medan yang digelar di Kampus Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan, Sabtu (30/5/2026), berlangsung penuh dinamika. Suasana forum organisasi para intelektual Al Washliyah tersebut sempat berubah menjadi arena adu gagasan yang hangat saat tiga kandidat calon ketua bertarung memperebutkan posisi pimpinan untuk periode 2026-2029.
Tiga nama yang maju sebagai kandidat diantaranya Zuhri Arif Sihombing, S.H., M.H., Muhammad Agus Sayuti, S.Ag., M.Ag., dan Syah Wardi, S.H., M.H. Ketiganya tampil percaya diri memaparkan visi, misi, serta program unggulan yang diyakini mampu membawa ISARAH Medan menjadi organisasi yang lebih maju dan berpengaruh.
Sejak sesi penyampaian visi dan misi dimulai, tensi sidang terasa semakin hangat. Masing-masing kandidat berusaha meyakinkan peserta dengan strategi kepemimpinan yang ditawarkan. Beberapa kali terjadi sindiran halus dan perbandingan konsep yang memancing perhatian peserta Musda.
Meskipun tensi kompetisi terasa begitu kuat, adu argumentasi dari para peserta yang berasal dari berbagai latar belakang profesi keilmuan ini tetap berlangsung dalam koridor akademis yang sehat.
Setelah seluruh kandidat selesai memaparkan programnya, proses pemungutan suara pun dilakukan. Ketegangan sempat menyelimuti ruang sidang saat proses penghitungan aspirasi berlangsung.
Hasil akhir menunjukkan mayoritas peserta Musda memberikan kepercayaan kepada Zuhri Arif Sihombing, S.H., M.H. untuk memimpin ISARAH Kota Medan periode 2026-2029. Mantan Sekretaris PD ISARAH Medan tersebut berhasil mengungguli dua kandidat lainnya dan langsung ditetapkan sebagai Ketua Formatur yang akan menyusun komposisi kepengurusan baru.
“Kemenangan ini adalah kemenangan kita semua. ISARAH ini milik kita semua. Kebahagiaan ini kebahagiaan kita semua,” ujar Zuhri dalam pidato pertamanya yang disambut riuh tepuk tangan peserta.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk menerapkan kepemimpinan yang kolektif dan kolegial dengan merangkul seluruh unsur organisasi, termasuk dua kandidat yang menjadi rivalnya. “Kita akan bersama-sama membangun ISARAH Medan. Tidak ada lagi sekat-sekat setelah Musda ini. Semua harus bersatu untuk kemajuan organisasi,” tegasnya.
Sebelumnya, Ketua PD ISARAH Medan periode 2023-2026, Azrul Hasibuan, S.Pd.I., menyampaikan laporan pertanggungjawaban sekaligus refleksi perjalanan organisasi selama masa kepemimpinannya.
Dalam sambutannya, Azrul mengingatkan pentingnya menjaga ritme organisasi agar tetap berjalan sesuai aturan dan waktu yang ditentukan “Musda harus tepat waktu. Lewat satu hari saja sudah kecelakaan,” ujarnya berkelakar yang disambut senyum para peserta.
Azrul menekankan bahwa ISARAH harus mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan, khususnya dalam peningkatan kualitas keilmuan dan sumber daya manusia. Ia juga mengungkapkan alasannya tidak kembali mencalonkan diri demi memberikan tongkat estafet kepemimpinan kepada generasi berikutnya.
“Saya melihat ada tiga kader potensial yang siap melanjutkan kepemimpinan. Saya yakin ISARAH akan lebih maju jika dipimpin Zuhri bersama rekan-rekan lainnya. Saya titipkan ISARAH ini kepada Zuhri dan saya berharap seluruh kader memberikan dukungan penuh,” katanya.
Rektor UNIVA Medan yang diwakili Kepala Biro Rektorat, Dedy Suhairi, S.H., S.Pd.I., M.Pd., berharap kepengurusan baru ini bisa lebih energik dan membawa organisasi ke tingkat yang lebih baik. Ia menegaskan bahwa Univa Medan siap membangun kolaborasi erat dengan ISARAH, termasuk mengarahkan para calon wisudawan untuk bergabung.
Dukungan serupa datang dari Ketua PD Al Washliyah Kota Medan, Dr. H. Abdul Hafiz Harahap, S.Sos., M.I.Kom. Hafiz menekankan pentingnya melahirkan kader-kader yang kompeten dan bermanfaat bagi umat.
“Kegigihan, tekad bulat, dan kesungguhan menjadi kunci keberhasilan. Manusia terbaik adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya,” ujar Hafiz mengutip hadis Nabi Muhammad SAW.
Sementara itu, Pengurus PW ISARAH Sumatera Utara, Muhammad Rizky, mengapresiasi semangat demokrasi yang hidup dalam Musda ini. Ia mengingatkan bahwa esensi berorganisasi di ISARAH adalah melahirkan kebahagiaan bersama.
“Motivasi dalam ber-ISARAH adalah menjadikan ISARAH berbahagia. Siapa pun yang terpilih harus mampu mengantarkan organisasi dan pengurusnya berbahagia. Dari kebahagiaan itu akan lahir keikhlasan dalam bekerja,” tutur Rizky.
Acara ini turut dihadiri oleh Perwakilan PW ISARAH Sumut, Mulyadi Koto, Unsur Pimpinan Univa Medan dan Wakil Dekan Fakultas Pertanian serta Perwakilan berbagai organisasi otonom Al Washliyah (Ikatan Pelajar Al Washliyah, Himpunan Mahasiswa Al Washliyah, Ikatan Guru dan Dosen Al Washliyah serta Gerakan Pemuda Al Washliyah) dan sejumlah organisasi kepemudaan lainnya.
Dengan berakhirnya Musda yang dinamis dan kompetitif ini, harapan baru kini tertuju pada kepengurusan baru di bawah nahkoda Zuhri Arif Sihombing untuk menjawab tantangan membesarkan organisasi para sarjana Al Washliyah di Kota Medan.











