Gunungsitoli Youbenews.com – Pelindo Regional 1 Gunungsitoli menyatakan komitmennya mendukung penuh upaya pemberantasan pungutan liar (pungli) dan praktik percaloan di area Pelabuhan Angin Gunungsitoli. Komitmen ini ditegaskan General Manager Pelindo Regional 1 Gunungsitoli, Ardhi Amarullah, dalam acara pelayaran perdana KMP Jatra II yang digelar di halaman Terminal Penumpang Pelabuhan Angin, Senin (16/6).
“Kami siap mendukung penuh agenda Gubernur Sumatera Utara dalam memberantas pungli dan calo di kawasan pelabuhan. Jika ada karyawan Pelindo yang terbukti melakukan pungli atau tindakan tidak terpuji lainnya, masyarakat dipersilakan untuk melaporkan,” ujar Ardhi dengan tegas.
Ardhi mengungkapkan bahwa Pelindo sebagai operator pelabuhan umum berkomitmen memberikan pelayanan optimal, baik untuk aktivitas bongkar muat barang maupun angkutan penyeberangan. Ia juga menyampaikan apresiasi atas peresmian KMP Jatra II, yang menurutnya akan memberikan manfaat besar bagi mobilitas masyarakat dan ekonomi kawasan Kepulauan Nias.
“Penambahan armada seperti KMP Jatra II diharapkan bisa meningkatkan aksesibilitas transportasi serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kepulauan Nias, khususnya para pengguna jasa penyeberangan kapal,” tuturnya.
Terkait penerapan tarif jasa kepelabuhanan, Ardhi menjelaskan bahwa Pelindo Gunungsitoli tetap mengacu pada ketentuan resmi, yakni Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 72 Tahun 2017 dan perubahan terakhir pada PM 121 Tahun 2018.
Di tengah kondisi pelabuhan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti operator kapal, EMKL, penumpang, KSOP, dan pihak Pelindo sendiri, koordinasi dinilai menjadi kunci. Untuk itu, pihaknya akan meningkatkan koordinasi antar stakeholder guna meminimalkan potensi praktik-praktik yang merugikan pengguna jasa.
“Ke depan, kami akan mendorong kolaborasi dengan operator kapal dalam penerapan sistem tarif terpadu, seperti bundling tiket dan jasa pelabuhan menggunakan platform digital. Langkah ini bertujuan untuk memberi kemudahan akses layanan sekaligus menekan ruang gerak pungli,” jelasnya.
Sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas, Pelindo Regional 1 Gunungsitoli juga menyediakan saluran pengaduan terbuka melalui sistem Whistleblowing System (WBS) bernama Pelindo Bersih. Masyarakat dapat melaporkan berbagai dugaan pelanggaran atau pungli melalui kanal resmi yang telah disediakan, kapan saja dan dari mana saja.
Dengan komitmen tersebut, Pelindo Gunungsitoli berharap terciptanya ekosistem pelabuhan yang bersih, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa.
(Youbenews.com)







