MEDAN — Mahasiswa/i Program Studi (Prodi) Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan melakukan analisis mendalam terhadap strategi Public Relations (PR) yang diterapkan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HIMMAH). Penelitian ini menyoroti efektivitas kolaborasi antara media digital dan komunikasi langsung dalam menjaga eksistensi organisasi di tengah disrupsi teknologi.
Analisis ini bertujuan untuk memetakan bagaimana organisasi kemahasiswaan beradaptasi dengan tren komunikasi modern tanpa meninggalkan akar komunikasi interpersonal yang menjadi ciri khas gerakan aktivisme.
Dalam agenda yang diinisiasi oleh Dara Astyanti Lubis,
Meilani, Mutiara Ramadani
Yofa Andre Simamor sebagai Mahasiswa/i Prodi PMI FDK UINSU Medan langsung menemui Banu Wira Baskara S.Pd selaku Pengurus HIMMAH Sumut.
Sinergi Digital dan Konvensional
Hasil analisis menunjukkan bahwa HIMMAH menggunakan pendekatan Hybrid Communication Strategy. Berikut adalah poin-poin utama temuan mahasiswa PMI UINSU:
Optimalisasi Media Digital: HIMMAH memanfaatkan platform Instagram dan TikTok tidak hanya sebagai sarana informasi, tetapi juga sebagai alat branding ideologi dan edukasi publik. Konten visual yang adaptif terbukti meningkatkan engagement dengan anggota generasi Z.
Kekuatan Komunikasi Langsung: Meski masif di media sosial, komunikasi tatap muka melalui diskusi rutin (halaqah) dan aksi lapangan tetap menjadi instrumen utama dalam memperkuat solidaritas internal dan penyampaian aspirasi secara emosional.
Manajemen Krisis & Opini: Peran PR digital dalam merespons isu-isu terkini di media sosial menjadi krusial untuk menjaga citra positif organisasi di mata masyarakat luas.
Pentingnya Adaptasi bagi Aktivis
Perwakilan mahasiswa PMI UINSU menyatakan bahwa studi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi organisasi kemahasiswaan lainnya dalam mengelola hubungan masyarakat.
“Di era sekarang, seorang aktivis tidak hanya dituntut pandai berorasi, tetapi juga harus cakap dalam mengelola narasi digital. Strategi yang diterapkan HIMMAH menunjukkan bahwa digitalisasi tidak membunuh komunikasi langsung, melainkan memperkuat jangkauannya,” ujar Meilani dan Dara Astyanti Lubis, Mahasiswi Prodi PMI FDK UINSU Medan.
Dosen pendamping mata kuliah terkait juga menambahkan bahwa kemampuan menganalisis strategi PR ini merupakan bagian dari kompetensi mahasiswa PMI dalam upaya pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi yang efektif dan tepat sasaran.
Tentang Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) FDK UINSU: Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam UINSU berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan dakwah, sosial, dan komunikasi, guna mencetak lulusan yang mampu menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat.












