JAKARTA — Kami Kompeten Indonesia bekerja sama dengan Biro Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan menyelenggarakan pelatihan pengadministrasian keuangan dan manajemen risiko berbasis skema sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) RI.
Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, pada 26–30 April 2026, di Yuan Garden Hotel Jakarta, dan diikuti oleh 32 peserta dari lingkungan Biro UIN Sumatera Utara.
Direktur Kami Kompeten Indonesia, Ivan Suaidi, S.Sos., M.M, mengatakan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang profesional dan berdaya saing di tingkat nasional.

Menurutnya, penguatan kompetensi di bidang administrasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga menyangkut integritas, akuntabilitas, serta kesiapan menghadapi risiko di era modern.
“Hari ini kita tidak hanya bicara tentang administrasi keuangan, tetapi juga tentang integritas, akuntabilitas, dan kesiapan menghadapi tantangan risiko di era modern. Sertifikasi BNSP menjadi bukti bahwa kompetensi itu terukur dan diakui,” ujar Ivan Suaidi.
Dalam kesempatan yang sama, Ilyas Gompar Harahap, S.Pd.I., M.Pd, selaku Pejabat Pengadaan Barang/Jasa, menekankan pentingnya keterpaduan antara administrasi keuangan dan proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan instansi pemerintah.
“Pengelolaan keuangan yang baik harus berjalan seiring dengan tata kelola pengadaan yang transparan dan akuntabel,” ungkapnya.
Sementara itu, narasumber utama, Meli Andriyani, SE., MM, menyoroti pentingnya penerapan manajemen risiko dalam pengelolaan keuangan organisasi. Menurutnya, manajemen risiko menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas dan akuntabilitas keuangan.
“Manajemen risiko bukan hanya teori, tetapi praktik yang harus melekat dalam setiap proses administrasi keuangan. Dengan pengelolaan risiko yang baik, potensi kesalahan dan kerugian dapat diminimalkan, sehingga organisasi mampu berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Pelatihan ini juga diikuti oleh pejabat terkait dari lingkungan UIN Sumatera Utara, di antaranya Hafni Hafsah, S.Ag., M. selaku AAPK APBN dan Muhammad Akhir Nasution, S.Pd.I selaku Pejabat Pembuat Komitmen.
Sepanjang pelatihan, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap sesi. Hal ini mencerminkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kompetensi profesional di tengah tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya siap mengikuti uji kompetensi BNSP, tetapi juga mampu mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam meningkatkan kualitas tata kelola keuangan di institusi masing-masing.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Kami Kompeten Indonesia dalam menghadirkan program pelatihan yang relevan, aplikatif, dan berdampak nyata bagi pengembangan sumber daya manusia unggul di Indonesia.












