Upaya Pembungkaman Aktivis, Kalapas Kelas II A Binjai Kirim Utusan Amankan Aksi
Youbenews.com | Medan – Dugaan praktik peredaran narkoba dan penipuan online di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kota Binjai kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, Kepala Lapas Binjai, Wawan Iriawan, diduga mengirim seorang utusan untuk meredam aksi unjuk rasa yang akan dilakukan oleh Aliansi Aktivis Kota (AKTA).
Aksi tersebut rencananya digelar sebagai bentuk protes atas maraknya dugaan aktivitas ilegal di dalam Lapas, khususnya peredaran narkoba dan praktik penipuan berbasis online yang diduga dikendalikan dari balik jeruji besi. Namun, rencana aksi itu disebut-sebut mendapat tekanan dari pihak internal Lapas.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Koordinator AKTA, Rizky, kepada awak media pada Rabu (04/01/2026). Ia menyebutkan bahwa Kepala Lapas mengutus seseorang berinisial (D) untuk menemui pihaknya dan meminta agar aksi tersebut dibatalkan.
“Utusan itu datang kepada kami dan menyampaikan pesan agar AKTA tidak melakukan aksi. Ini jelas upaya untuk membungkam suara masyarakat yang ingin menuntut keadilan dan transparansi,” ujar Rizky dengan nada tegas.
Menurut Rizky, tindakan tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa ada persoalan serius yang tengah disembunyikan oleh pihak Lapas. Ia menilai, jika memang tidak ada pelanggaran, seharusnya pihak Lapas bersikap terbuka dan mendukung proses pengawasan publik.
“Kalau tidak ada yang ditutup-tutupi, mengapa harus mengirim utusan untuk meredam aksi? Ini justru menimbulkan kecurigaan baru di tengah masyarakat,” lanjutnya.
AKTA juga menyoroti lemahnya pengawasan internal yang diduga menjadi celah bagi berkembangnya praktik-praktik ilegal di dalam Lapas. Rizky menyebutkan bahwa peredaran narkoba dan penipuan online dari balik lapas bukanlah isu baru, namun hingga kini belum ditangani secara serius.
“Kami menerima banyak laporan dari masyarakat terkait korban penipuan online yang diduga dikendalikan dari dalam Lapas. Ini persoalan besar yang menyangkut keamanan publik dan kepercayaan terhadap institusi negara,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rizky menegaskan bahwa pihaknya tidak akan gentar menghadapi tekanan. AKTA berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga aparat penegak hukum, Kemenimipas serta instansi terkait turun tangan melakukan investigasi secara menyeluruh dan transparan.
“Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas dugaan ini. Jika terbukti ada keterlibatan oknum, baik dari warga binaan maupun petugas, maka harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Ia juga meminta agar pemerintah pusat dan lembaga pengawas independen turut melakukan evaluasi terhadap sistem pengelolaan Lapas Kelas II A Kota Binjai agar kejadian serupa tidak terus berulang.
“Ini bukan hanya soal Binjai, tapi soal wajah sistem pemasyarakatan kita secara nasional. Jika dibiarkan, maka kejahatan akan terus tumbuh di tempat yang seharusnya menjadi lokasi pembinaan,” pungkas Rizky.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Lapas Kelas II A Kota Binjai belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut. Redaksi Youbenews.com masih berupaya mengonfirmasi pihak terkait guna mendapatkan informasi yang berimbang.

