Youbenews.com, Tapanuli Tengah – Sebanyak 26 siswa SMA Negeri 1 Plus Matauli diduga mengalami alergi makanan setelah makan siang di asrama pada tanggal 29 April 2025. Para siswa tersebut langsung dibawa ke RSUD Pandan untuk mendapatkan penanganan medis.
SMA Negeri 1 Plus Matauli merupakan sekolah yang memiliki asrama untuk menunjang kegiatan belajar siswa. Pada hari Selasa, 29 April 2025, sebanyak 26 siswa mengalami gejala alergi makanan seperti mual, pening, dan muntah-muntah setelah makan siang di asrama.
“Semua siswa telah kembali ke asrama dan tidak ada lagi yang dirawat di RSUD Pandan,” kata Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Plus Matauli, Imam Purhadi, pada Kamis malam.
Pihak sekolah masih belum bisa memastikan penyebab utama kejadian tersebut dan akan terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah untuk mencari penyebabnya.
“Kami juga akan melakukan evaluasi internal untuk memastikan kejadian serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari,” harap Imam Purhadi.
Sementara itu, Sanitarian Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah, Agustina Hutauruk, mengatakan bahwa beberapa sampel makanan, minuman, dan muntahan para siswa telah diambil dan dikirim ke laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara untuk diperiksa.
“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab kejadian tersebut,” kata Agustina.
Pihak sekolah telah menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua siswa atas peristiwa tersebut dan memastikan bahwa keselamatan siswa menjadi prioritas utama.
Dengan upaya bersama antara pihak sekolah dan Dinas Kesehatan, diharapkan kejadian serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.
(Youbenews.com/RILAS)












