Kepala Bayi Terputus Saat Proses Persalinan : Bidan di Puskesmas pinangsori Dilaporkan ke Polres Tapteng
Youbenews.com, Tapteng – Bidan Puskesmas Pinangsori dilaporkan ke Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) atas dugaan tindak pidana malpraktik bayi meninggal setelah kepala bayi terputus saat proses bersalin.
Baca Juga : Prapid Wartawan Dituding Peras Kepala Sekolah SD Negeri 101928 Rantau Panjang Berinisial “MS, Ketua DPD KOMNAS WI Deli Serdang : Kiranya Kebenaran Terungkap
Dugaan malapraktik itu dilaporkan langsung ayah bayi, Irawan dengan laporan polisi nomor: STPL/B/421/VIII/2025/SPKT/RES TAPTENG/POLDASU tertanggal 19 Agustus 2025.
“Saya telah melaporkan kasus dugaan malapraktik ini ke Polres Tapteng dan berharap kasus ini dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Irawan.
Baca Juga: Gelar Unjuk Rasa di KPK, PC HIMMAH Medan Desak Usut Tuntas TPPU Bank Mandiri KC Imam Bonjol Senilai Rp82 M
Irawan menuturkan dugaan tindak pidana malpraktik itu terjadi pada Senin, 18 Agustus 2025, sekitar pukul 09.30 WIB di Ruang Bersalin Puskesmas Pinangsori.
Irawan menjelaskan, bahwa pada hari kejadian, ia saat itu mengantar istrinya ke Puskesmas Pinangsori untuk proses persalinan.
Ironisnya, saat proses persalinan berlangsung, salah seorang bidan mencoba membantu mengeluarkan bayi dari dalam kandungan, namun kepala bayi justru terputus sehingga bayi tersebut meninggal dunia seketika.
Baca Juga : Paman Oknum Kades Diduga Terlibat Dalam Gangguan Kamtibmas, Warga Lubuk Ampolu Resah
“Saya merasa keberatan atas kejadian tersebut dan melaporkannya hari ini ke Polres Tapteng agar diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” katanya.
Kasus dugaan malpraktik ini sempat viral di media sosial setelah adik korban (adik ibu bayi) menggugah vidio di akunnya yang memperlihatkan seorang bayi dimandikan dan akan dimakamkan, namun ditemukan kejanggalan pada tubuhnya saat hendak dimandikan oleh keluarga bagian kepala yang disebut terputus.
Video yang diunggah oleh akun Uwiie Poetrisagita dalam keterangan menulis tolong bantu share agar tidak ada korban lagi! Dugaan malpraktik di Puskesmas Pinangsori, badan bayi tertinggal di perut ibunya.
Baca Juga : “Semangat Bersih” Menggema di Desa Lalang: Mahasiswa KKN Universitas Al-Azhar Medan Ajak Warga Bergerak Wujudkan Lingkungan Sehat
Ia juga menuliskan kekecewaannya atas dugaan kelalaian yang menyebabkan kepala bayi patah dan badan tertinggal di dalam. Pihak keluarga hanya meminta kronologi yang sebenarnya dari enam bidan yang membantu persalinan, namun merasa tidak ada empati dari Puskesmas Pinangsori.
“Kami selaku pihak keluarga cuman mau tau kronologi yang sebenarnya kenapa bisa kelalaian ini terjadi begitu mengenaskan sampai-sampai patah kepala dan jatuh kelantai, badan masih tersisa di dalam, sungguh diluar nalar apakah kakak kami jadi bahan malprakter bagi pihak Puskesmas Pinangsori,” tulis Uwiie Poetrisagita dalam akunnya.
Baca Juga: “Semangat Bersih” Menggema di Desa Lalang: Mahasiswa KKN Universitas Al-Azhar Medan Ajak Warga Bergerak Wujudkan Lingkungan Sehat
Kepala Puskesmas Pinangsori, Akhiruddin Hutagalung yang dihubungi belum memberikan keterangan resmi terkait laporan polisi dan tudingan soal dugaan tindak pidana malpraktik bayi meninggal setelah kepala bayi terputus saat proses bersalin ini.
Kendati pesan sudah dibaca, pesan pertanyaan yang dikirim wartawan belum dibalas.
(Youbenews.com/Rilas)

