Youbenews.com, Sumut – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto sebagai pelaku dugaan tindakan suap terhadap Komisioner Komisi Pemilihan Umum periode 2017-2022 Wahyu Setiawan pada 23 Desember 2024.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Projo Muda Sumut, Irwansyah Hasibuan, memberikan tanggapan terkait keterlibatan kader PDI Perjuangan, Hasto, dalam kasus korupsi dan tindakan suap pada Pilek 2017-2024. Hasto diduga berupaya menjadikan Harun Masiku sebagai anggota DPR dari Daerah Pemilihan I Sumatra Selatan.
“Hasto sekjen PDI-P itu, menelanjangi partainya sendiri statement dalam beberapa kadernya yang berambisi melawan status tersangka Hasto oleh KPK,” kata ketua DPD Projo Muda Sumut Irwansyah Hasibuan dalam keterangan tertulisnya di Medan, Kamis (2/1/2025).
Irwansyah Hasibuan menilai bahwa praktik korupsi yang terungkap ini adalah sebuah aib bagi partai dan dapat berpotensi merusak reputasi partai yang telah mengabdi untuk rakyat. Dalam terlibat nya sekjen PDI-P Hasto.
“Dalam sosok Megawati tidak mencerminkan sikap negarawan, sebagai Ketua umum partai ia menunjukkan sikap tidak profesional, bahkan sikap nya terlalu bawel dan resek dibanding mantan presiden lainnya,” ucap Irwansyah Hasibuan.
Irwansyah menambahkan bahwa korupsi bukan hanya tindakan kriminal, tetapi sekaligus merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat kepada para pemimpin mereka.
“PDIP menjadi mencerminkan citra buruk bagi Partai lain, hal ini menjadi catatan bagi Partai Politik untuk bekerja sama dalam pemerintahan di pemerintahan nantinya,” tambahnya.
Irwansyah Hasibuan menyatakan bahwa tindakan korupsi tidak hanya mencemari nama baik individu, tetapi juga nama PDI Perjuangan sebagai partai. Dalam ungkapannya, ia menyerukan agar seluruh kader partai untuk lebih transparan dan tidak terlibat dalam praktik yang merugikan organisasi.
“Kami mendukung penuh tindakan untuk mengusut tuntas kasus ini dan berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan,” sebut Irwansyah Hasibuan.
Dikatakannya, Ia juga mengungkapkan perlunya pendidikan antikorupsi di kalangan kader sebagai langkah preventif, mengingat tantangan moral yang semakin kompleks di dunia politik saat ini.
Menurutnya, hanya dengan pemahaman yang mendalam mengenai dampak negatif korupsi, para kader dapat membuat keputusan yang lebih bijak dan beretika dalam menjalankan tugas mereka.
“Saat ini masyarakat melihat dengan mata telanjang, bahwa PDIP menyerang dengan jurus mabuk, seakan tidak melihat adanya potensi yang menghakimi partai mereka sendiri,” ujar Irwansyah Hasibuan.
Keterlibatan Hasto dalam kasus ini menjadi sorotan utama, mengingat sejarah kontribusi PDI Perjuangan dalam urusan pemerintahan dan politik di Indonesia.
Sebab, dalam komentar-komentar di media sosial, muncul seruan untuk menegakkan hukum secara adil dan memperkuat pengawasan internal dalam partai, agar setiap anggota dapat beroperasi dalam koridor yang etis.
“PDI Perjuangan itu buat gaduh seluruh genap anak bangsa dengan memperolok KPK & lembaga hukum lain dengan menuduh sebagian politisi terlibat korupsi,” pungkas Ketua DPD Projo Muda Sumut Irwansyah Hasibuan.
(youbenews.com)












