DELI SERDANG — Kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan santri dan guru usai peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Kabupaten Deli Serdang berbuntut panjang. Ketua Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Pemuda MAS Sumatera Utara (DPW PPM Sumut), Muhammad Zulfahri Tambusai, secara tegas meminta Polresta Deli Serdang untuk memanggil dan memeriksa pihak Pemkab Deli Serdang, khususnya Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan.
Peristiwa ini bermula ketika para santri menyantap nasi bungkus yang disediakan oleh pihak Pemkab Deli Serdang pada rangkaian acara Hari Santri Nasional, Kamis (22/10/2026) di Lubuk Pakam.
Menurut keterangan Ustadz Darul, puluhan santri dan guru mulai merasakan gejala perut mual, muntah-muntah, hingga demam tinggi setelah pulang dari acara tersebut sekira pukul 24:00 WIB. Akibat kondisi tersebut, para korban terpaksa harus menjalani perawatan medis secara intensif di tiga fasilitas kesehatan, yakni: RS Sufi Sehat, RS Joko dan RS Madani Bromo (Jl. AR Hakim, Medan).
Dari penelusuran di lapangan, panitia HSN menyediakan nasi bungkus dengan variasi lauk berupa ikan nila, daging, dan ayam. Namun, lauk ikan nila dilaporkan sudah berlendir dan bau, sementara lauk daging dan ayam dalam kondisi aman. Karena belum makan sejak pagi, para santri terpaksa menyantap nasi bungkus tersebut hingga akhirnya mengalami keracunan massal sepulangnya dari lokasi acara.
Atas insiden ini, Ustadz Darul menegaskan bahwa pihak panitia HSN harus bertanggung jawab penuh atas keselamatan dan kesehatan para santri serta guru yang harus diopname di rumah sakit.
Menanggapi insiden tersebut, Kabag Kesra Pemkab Deli Serdang, Gento Herlambang, saat dikonfirmasi menyatakan bahwa pihak pemerintah kabupaten akan segera menindaklanjuti laporan tersebut, termasuk menjenguk para santri yang tengah mendapatkan perawatan medis.











