MEDAN — Ketua Pengurus Wilayah (PW) Al Washliyah Sumatera Utara yang juga Anggota DPD RI, Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, S.Sos., S.H., M.S.P., M.H., CIRBC., CWC., menerima kunjungan Kapolda Sumut Irjen Pol Sonny Irawan, S.I.K., M.H., di Kantor PW Al Washliyah Sumut, Jalan Sisingamangaraja No. 144, Medan, Senin (26/10) yang dirangkaikan dengan kegiatan “Deklarasi Perang Melawan Narkoba Gerakan Pemuda Al Washliyah dan Polri Bersama Masyarakat”.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Sumut didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Sumut, di antaranya Wakapolda Sumut Brigjen Pol Fadillah Zulkarnaen, Dirintelkam Kombes Pol Ajie Indra Dwiatma, Kabid Humas Kombes Pol Ferry Walintukan, Kadiv Propam Kombes Pol Bulang Bayu Samudra, Dirlantas Kombes Pol Achmad Fauzi Dalimunthe, Dirbinmas Kombes Pol Afriadi Lesmana, serta Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak beserta jajaran.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Dedi Iskandar Batubara bersama jajaran pengurus teras Al Washliyah. Turut hadir Ketua Dewan Fatwa PB Al Washliyah H.M. Jamil, Wakil Rektor II UNIVA Medan H. Muhammad Nasir, Ketua Aset PB Al Washliyah H. Ismail Efendy, Bendahara Dedi Iskandar, Bupati Batubara sekaligus Wakil Ketua PW Al Washliyah Sumut H. Baharuddin Siagian, Ketua PW GP Al Washliyah Sumut Nurul Yakin Sitorus, Bendahara Imamuddin, serta perwakilan organisasi bagian seperti IPA, HIMMAH, APA, ISARAH, dan Muslimat Al Washliyah.
Dalam sambutannya, Dedi Iskandar Batubara mengucapkan selamat atas amanah baru yang diemban Irjen Pol Sonny Irawan dalam memimpin Polda Sumut. Ia juga mengapresiasi komitmen penuh kepolisian dalam pemberantasan narkoba di Sumatera Utara—termasuk pengungkapan kasus peredaran ketamin seberat 1,16 ton di Belawan baru-baru ini. Menurutnya, meskipun angka peredaran di Sumut tercatat tinggi, jumlah pengungkapannya juga merupakan yang terbanyak sebagai wujud kerja nyata.
Selain isu keamanan, Dedi menyoroti persoalan di dunia pendidikan, mengingat Al Washliyah membawahi sekitar 620 sekolah di Sumatera Utara. Pihaknya kerap menerima pengaduan dari para kepala sekolah terkait berbagai persoalan, mulai dari dugaan penyimpangan dana BOS, perundungan (bullying), hingga persoalan ringan yang langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.
“Kami menyoroti tingginya persoalan yang dialami kepala sekolah dan guru akibat proses pemanggilan dan pemeriksaan kepolisian, meskipun nilai persoalannya kadang relatif kecil, sekitar Rp200 juta hingga Rp300 juta. Kami meminta agar kepala sekolah dibina dan dikomunikasikan dengan baik. Jika terbukti bersalah tentu tidak akan dilindungi, namun jika sebatas pelaporan prosedural diharapkan tingkat persoalannya dapat diredam melalui koordinasi yang baik dengan kepolisian,” tegas Dedi.
Pada kesempatan yang sama, Dedi juga menawarkan kolaborasi melalui program rutin “Subuh Keliling”. Ia mengajak pihak kepolisian membuka ruang bagi Kapolda Sumut beserta jajaran untuk melibatkan majelis dakwah serta ormas Islam, termasuk Al Washliyah, dalam kegiatan keagamaan bersama, mengingat sebagian besar masjid di Medan diisi oleh ustadz-ustadz dari kalangan Al Washliyah.
Menanggapi hal tersebut, Kapolda Sumut Irjen Pol Sonny Irawan menegaskan bahwa sinergi dengan berbagai elemen masyarakat merupakan pilar penting dalam pelaksanaan program Polri.
“Sejak dilantik sebagai Kapolda Sumatera Utara pada 1 Oktober 2026, kami berkomitmen melaksanakan program Kapolri, yaitu Polisi Bersama Masyarakat, melalui pendekatan humanis serta memperkuat komunikasi dan kemitraan dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan dan keagamaan,” ujarnya.
Kapolda berharap Al Washliyah dapat terus menjadi mitra strategis Polri, terutama melalui kegiatan dakwah, pendidikan, dan pembinaan sosial untuk membangun karakter generasi muda. Ia juga mengajak keluarga besar Al Washliyah berperan aktif mencegah penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja, intoleransi, serta berbagai persoalan sosial lainnya.
“Menjaga keamanan dan kondusivitas Sumatera Utara merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, diperlukan kolaborasi yang kuat antara Polri, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh lapisan masyarakat untuk mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, penyerahan plakat penghargaan sebagai simbol penguatan hubungan kelembagaan, serta pembacaan maklumat atau pernyataan sikap oleh Ketua PW GPA Sumut Nurul Yakin Sitorus.










