MEDAN — Sebanyak 10 ekor lembu dan 4 ekor kambing disalurkan Yayasan Roemah Dakwah Indonesia (YRDI) kepada masyarakat di sejumlah daerah yang membutuhkan melalui program “Kurbanku Ibadahku” pada momentum Iduladha 1447 Hijriah.
Penyaluran dilakukan sejak hari pertama Iduladha hingga berakhirnya hari-hari Tasyrik dengan sasaran daerah minoritas Muslim, kawasan terdampak bencana, wilayah pesisir, serta daerah yang selama ini jarang mendapatkan hewan kurban.
Program tersebut dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Yayasan Roemah Dakwah Indonesia untuk menghadirkan manfaat kurban secara lebih merata kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain menjadi sarana ibadah, kurban juga diharapkan mampu memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Adapun daerah yang menjadi sasaran penyaluran kurban tahun ini meliputi Namorambe dan Kutalimbaru di Kabupaten Deli Serdang, kawasan Kaki Gunung Sinabung dan Kacinambun di Kabupaten Karo, Masjid Habibah Marendal, Tukka di Kabupaten Tapanuli Tengah, Palembayan dan Lubuk Basung di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Silampuyang di Kota Pematangsiantar, Sei Sembilang di Kabupaten Asahan, serta kawasan Belawan Bagan Deli dan Kampung Nelayan Belawan Seberang di Kota Medan.
Ketua Yayasan Roemah Dakwah Indonesia, Prof. Dr. dr. Arlinda Sari Wahyuni, M.Kes., FISPH., FISCM., Sp.KKLP., Subsp. FOMC, mengatakan bahwa tema “Kurbanku Ibadahku” dipilih untuk mengingatkan bahwa kurban bukan sekadar penyembelihan hewan, melainkan wujud nyata ketaatan kepada Allah SWT yang harus menghadirkan manfaat bagi sesama.
“Tema ‘Kurbanku Ibadahku’ mengajarkan bahwa setiap ibadah yang kita lakukan harus memberikan dampak kebaikan bagi orang lain. Karena itu, kami berupaya menyalurkan amanah para pekurban ke daerah-daerah yang benar-benar membutuhkan agar kebahagiaan Iduladha dapat dirasakan secara lebih luas. Kurban bukan hanya tentang hewan yang disembelih, tetapi juga tentang kepedulian, persaudaraan, dan kehadiran kita untuk membantu saudara-saudara yang membutuhkan,” ujarnya.











