MEDAN —Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Al Washliyah Sumatera Utara (PW ISARAH Sumut) Muhammad Yasir Ramli, S.H., M.H., melayangkan kecaman keras kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara. Mereka menilai BPBD Sumut mandul dan tutup mata terhadap bencana polusi udara yang kini mencekik warga.
Ia meminta agar BPBD Sumut tidak hanya menjadi penonton saat masyarakat sekarat menghirup udara beracun. “BPBD Sumut jangan hanya tidur! Rakyat sudah sesak napas, kok masih diam! Polusi udara kiriman akibat kebakaran hutan dari provinsi lain ini sudah nyata-nyata menjadi bencana. Mana kerja nyata BPBD? Mana langkah konkret ke masyarakat? Jangan cuma duduk manis di kantor!” kecam Yasir dengan nada geram.
Yasir membeberkan fakta di lapangan bahwa tercemarnya udara di Sumut telah memicu ledakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). “Jangan pura-pura tidak tahu! ISPA sudah mewabah. Pemerintah tidak boleh berpangku tangan melihat masyarakatnya sakit. Ini kelalaian yang tidak bisa ditoleransi!” tegasnya.
Berdasarkan pantauan PW ISARAH Sumut, kondisi kesehatan masyarakat saat ini berada dalam fase darurat dan sangat mengkhawatirkan. “Lihat, rumah sakit dan klinik penuh sesak oleh pasien ISPA! Anak-anak dan orang tua menjadi korban. Kalau BPBD masih lamban, mau tunggu berapa banyak lagi warga Sumut yang tumbang baru mau bergerak?” ujarnya bertanya-tanya.
PW ISARAH Sumut lantas menuntut Gubernur Sumatera Utara untuk segera mengevaluasi kinerja BPBD dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. “Ini bukan polusi biasa, melainkan bencana kiriman dari kebakaran hutan di luar Sumut yang asapnya kita hirup. BPBD harus bereaksi cepat, jangan tunggu instruksi. Lakukan mitigasi kabut asap dan bagikan masker gratis!”
“Dinas Kesehatan Pemprov Sumut seharusnya sudah membuka posko-posko kesehatan. Jangan biarkan rakyat Sumut mati pelan-pelan menghirup racun,” pungkas Yasir mengakhiri.











