Aksi Damai “Binjai Darurat Kriminalitas”, Warga Desak Evaluasi Total Sistem Keamanan
YOUBNEWS.COM- BINJAI – Sejumlah elemen masyarakat Kota Binjai akan menggelar aksi damai bertajuk “Binjai Darurat Kriminalitas” di depan Polres Binjai pada Jumat, 15 Mei 2026 pukul 13.30 WIB. Aksi tersebut digelar sebagai bentuk keresahan masyarakat terhadap meningkatnya kasus begal, curanmor, tawuran, dan kriminalitas jalanan yang dinilai semakin meresahkan warga,Binjai(13/05/2026).
Baca juga : KOORDINATOR DAERAH ALIANSI AKTIVIS KOTA (AKTA) Minta FPMAK Cerdas Menerima Informasi: Jangan Asal Tuding Yayasan Atifa Maju Mandiri Langgar Juknis dan Juklak
Dalam seruan aksi yang beredar, masyarakat menilai bahwa penangkapan pelaku kriminal bukan akhir dari persoalan keamanan. Maraknya tindak kejahatan justru dianggap sebagai bukti bahwa sistem pencegahan dan pengamanan di Kota Binjai masih lemah dan perlu dievaluasi secara menyeluruh.
Koordinator aksi, Zia Ulhaq, menyampaikan bahwa masyarakat menginginkan rasa aman yang nyata, bukan sekadar penindakan setelah kasus viral.
“Kami mengapresiasi aparat yang telah menangkap pelaku kriminal. Namun masyarakat masih merasa tidak aman. Yang dibutuhkan hari ini adalah pembenahan total terhadap sistem keamanan dan patroli,” ujar Zia Ulhaq.
Baca juga : PEMBANGUNAN TANPA PBG DI MEDAN JOHOR TERUS BERLANJUT, ALIANSI AKTIVIS KOTA (AKTA) DESAK SATPOL PP SEGERA SEGEL
Aksi tersebut juga membawa sejumlah tuntutan kepada aparat penegak hukum, di antaranya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kapolres Binjai dan Kasatreskrim, peningkatan patroli di titik rawan begal dan curanmor, pembentukan pos pengamanan dan respon cepat masyarakat, hingga penindakan terhadap jaringan kendaraan ilegal.
Selain itu, massa aksi meminta adanya transparansi dalam penanganan kasus kriminal dan perbaikan sistem pencegahan agar keamanan masyarakat dapat dirasakan secara nyata dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaan aksi, sejumlah nama tercatat sebagai penanggung jawab kegiatan, yakni Zia Ulhaq, Wisnu Wardana, Khairudin Salim, Yogi Suramana Tarigan, dan Geri Wardana.
Baca juga: Ketua HMI Langkat Desak Kapolda Sumut Turun ke Lapangan, Usut Dugaan Minyak Ilegal di Kwala Besilam
Menurut panitia aksi, gerakan tersebut bukan bentuk kebencian terhadap aparat, melainkan bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi keamanan di Kota Binjai yang dinilai membutuhkan perhatian serius.
“Kami tidak anti aparat. Kami ingin aparat hadir memberi rasa aman yang nyata bagi masyarakat Kota Binjai,” demikian yang disampaikan Wisnu Wardana selalu penanggung jawab aksi.
Massa aksi berharap pemerintah dan aparat penegak hukum dapat menjadikan aspirasi masyarakat ini sebagai bahan evaluasi agar Kota Binjai kembali aman, nyaman, dan terbebas dari rasa takut akibat kriminalitas jalanan.
(Rizky/Youbnews.com)

