google.com, pub-8687767544741612, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Youbenews.com, Medan – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Projo Muda Sumatera Utara Irwansyah Hasibuan mengungkapkan, keprihatinannya atas bentrokan yang melibatkan dua organisasi kepemudaan (OKP) besar, yakni Grip dan PP di Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai, pada (09/12/24) malam.
Bentrokan tersebut dikhawatirkan tidak hanya mengganggu keamanan di wilayah tersebut tetapi juga berpotensi memicu konflik susulan.
Irwansyah meminta pihak kepolisian, khususnya Kapolda Sumut, untuk segera mengambil langkah konkret guna mencegah situasi yang lebih buruk. Ia menegaskan pentingnya pendekatan preventif untuk menghindari bentrokan lanjutan yang dapat memperburuk kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Saya sangat prihatin dengan situasi ini. Kita semua tahu bahwa persaingan antara Grip dan PP di lapangan bukan hal baru. Namun, ketika perselisihan itu sampai menimbulkan bentrokan fisik, ini menjadi ancaman serius bagi stabilitas daerah,” kata Irwansyah, Selasa (10/12/24).
Irwansyah juga menyoroti potensi dampak konflik ini terhadap situasi keamanan pasca Pemilukada. Ia mengingatkan bahwa Grip dan PP memiliki jaringan kader yang cukup luas di berbagai kota dan kabupaten di Sumatera Utara, sehingga bentrokan antara kedua OKP tersebut bisa berdampak meluas.
“Kami sangat khawatir situasi ini dapat memengaruhi keamanan di daerah lain, mengingat kedua OKP ini memiliki pengaruh yang cukup besar. Pasca Pemilukada, semua pihak seharusnya menjaga situasi kondusif, bukan malah memperkeruh keadaan,” tambahnya.
Menurut Irwansyah, keamanan yang stabil merupakan syarat utama bagi keberlanjutan pembangunan dan investasi di Sumatera Utara. Ia menegaskan bahwa konflik antara OKP dapat meresahkan masyarakat sekaligus merusak citra daerah di mata investor.
“Para investor membutuhkan jaminan keamanan. Jika konflik seperti ini terus terjadi, tentu akan berdampak negatif pada iklim investasi di Sumut, khususnya di Serdang Bedagai. Kita semua tentu tidak ingin pembangunan terhambat hanya karena masalah seperti ini,” tegasnya.
Dalam pernyataannya, Irwansyah juga mengimbau agar kedua OKP dapat menahan diri dan mengutamakan dialog untuk menyelesaikan permasalahan. Ia berharap tidak ada lagi tindakan yang meresahkan masyarakat, apalagi sampai mengganggu aktivitas sehari-hari warga setempat.
“Projo Muda mengharapkan Grip dan PP bisa menyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin. Jangan sampai konflik ini merugikan masyarakat luas, apalagi mengganggu ketenangan warga,” ujarnya.
Irwansyah juga mendorong seluruh pemangku kepentingan, termasuk Polri, TNI, dan aparatur negara, untuk berperan aktif dalam menjaga stabilitas keamanan. Ia menilai sinergi antara semua pihak sangat penting untuk mencegah konflik serupa terjadi di masa mendatang.
“Pihak keamanan dan aparatur negara perlu lebih proaktif. Jangan sampai situasi seperti ini dibiarkan berlarut-larut. Semua pihak harus berperan untuk menciptakan kedamaian dan stabilitas di Sumut,” katanya.
Irwansyah menekankan bahwa pembangunan di Sumut harus menjadi prioritas bersama. Ia berharap agar tidak ada lagi konflik antar OKP yang dapat menghambat proses pembangunan, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.
“Jika kita semua fokus pada pembangunan dan bekerja sama, Sumut akan semakin maju. Konflik antar organisasi hanya akan membawa kerugian bagi semua pihak. Oleh karena itu, mari kita jaga stabilitas daerah ini demi kebaikan bersama,” pungkas Ketua DPD Projo Muda Sumut Irwansyah Hasibuan.
Sebelumnya, Bentrokan antara OKP di Serdang Bedagai menjadi perhatian serius bagi masyarakat. Diharapkan langkah cepat dari pihak kepolisian serta kesadaran dari semua pihak dapat mengakhiri konflik ini dan menciptakan kondisi yang lebih aman dan kondusif di Sumatera Utara.
(youbenews.com)
ADVERTISEMENT