MEDAN, 6 September 2026 – Himpunan Mahasiswa Kawal Rakyat Sumatera Utara (Hima KRS) angkat bicara terkait beredarnya rekaman suara telepon di media sosial yang mencatut nama Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Tapanuli Selatan (Tapsel). Narasi yang beredar menuding pihak kepolisian terlibat dalam pengamanan aktivitas perambahan hutan di wilayah Tapanuli Selatan.
Ketua Umum Hima KRS, Muhammad Kurniawan, menegaskan bahwa setelah melakukan penelusuran dan mengonfirmasi fakta di lapangan, audio yang viral tersebut dipastikan bukan suara Kasat Reskrim Polres Tapsel. Hima KRS menilai ada upaya sengaja dari pihak-pihak tertentu untuk melakukan pembunuhan karakter (character assassination) terhadap pejabat publik yang tengah gencar memberantas kriminalitas.
“Kami dari Hima KRS telah mengkaji isu ini secara objektif. Kami tegaskan bahwa rekaman telepon yang beredar luas di media sosial tersebut sama sekali bukan suara Kasat Reskrim Polres Tapsel, IPTU Bontor Desmonth Sitorus, S.H., M.H. Tuduhan bahwa beliau mengamankan atau membicarakan koordinasi perambahan hutan adalah hoaks dan fitnah yang tidak berdasar,” ujar Muhammad Kurniawan dalam keterangan tertulisnya di Medan, Minggu (6/9).
Kurniawan menambahkan, penyebaran rekaman yang belum terverifikasi secara digital forensik ini diduga kuat sengaja diembuskan oleh oknum atau mafia yang merasa terganggu dengan ketegasan Polres Tapsel dalam menindak pembalakan liar dan penambangan emas tanpa izin (PETI) akhir-akhir ini.Sebagai wadah mahasiswa yang fokus mengawal keadilan, Hima KRS meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh potongan audio yang tidak jelas sumbernya.
“Jangan sampai opini publik digiring oleh informasi liar. Kami mendukung penuh institusi Polri, khususnya Polres Tapsel, untuk tetap fokus bekerja menegakkan hukum tanpa harus terganggu oleh serangan hoaks di media sosial. Kami juga meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas aktor intelektual di balik penyebaran rekaman fitnah ini,” tutup Kurniawan.










